Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

keterangan

DISDIK MURATARA MEMINTAK KEPADA WARGA JIKA ADA ANAK PUTUS SEKOLAH DI KERENAKAN FAKTOR EKONOMI AGAR SEGERAH MELAPOR

Minggu, 07 Mei 2023 | Mei 07, 2023 WIB Last Updated 2023-05-07T16:21:37Z



Selasa, 2 Mei 2023 21:55

SUMATERAN NEWS


Disdik Muratara Minta Masyarakat Lapor Bila Ada Anak Tak Sekolah karena Faktor Ekonomi

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara, Zazili, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) meminta masyarakat untuk melapor bila ada anak tak sekolah karena faktor ekonomi. 


Plt Kepala Dinas Pendidikan Muratara, Zazili menargetkan di daerah ini tak ada satu pun anak yang tidak berseko biaya pendidikan. 


"Sekarang sekolah gratis, kita Pemkab Muratara juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah untuk anak SD dan SMP," kata Zazili pada momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Selasa (2/5/2023). 

Menurut dia, semua orang sepakat bahwa pendidikan sangat penting, karena itu pendidikan tersebut menjadi fokus program kerja Pemkab Muratara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kabupaten Musirawas Utara

"Pendidikan bisa meningkatkan SDM, pendidikan bisa merubah struktural ekonomi keluarga," katanya.

Bupati Muratara, Devi Suhartoni menambahkan ada tiga kelompok warga yang tidak diinginkannya ada di daerah ini. 

Ketiga kelompok warga tersebut yakni anak yang tidak sekolah, orang sakit tidak bisa berobat, dan orang kelaparan tidak ada makanan. 

"Jangan ada yang sakit tidak berobat, jangan ada yang kelaparan, jangan ada anak yang tidak Bersekolah, tiga hal itu kami utamakan," kata Devi.

Devi mengatakan sudah meminta jajarannya mulai dari Kepala OPD, hingga camat dan kades/lurah agar turun ke lapangan untuk melihat adakah tiga kelompok warga yang tidak diinginkanya.

Saya sudah minta kepala OPD, Camat, Kades, Lurah, Agar turun ke lapangan untuk Memastikan Bahwa setiap Anak agar Wajib Belajar. Dan Kepada masyarakat juga jangan takut-Takut untuk melaporkan, dan memberitahukan, laporan ke kades atau lurah, biar disampaikan kepada kami,

Sebagai Mana informasi, tahun 2020 lalu Pemkab Muratara menemukan 3.628 anak putus sekolah dengan melakukan pendataan di seluruh desa/kelurahan.

Sebanyak 3.628 anak putus sekolah tersebut kemudian mengikuti pendidikan non formal di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

PKBM atau biasa disebut sekolah paket ini memang terdapat di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Muratara untuk menuntaskan jenjang pendidikan anak seusai tingkatan nya.

3.628 itu dengan rincian anak yang sekolah di paket C berjumlah 1.984 orang, paket B sebanyak 1.213 orang dan paket A ada 429 orang.


"Mereka sekolah paket karena putus sekolah atau tidak sekolah padahal sudah memasuki usia sekolah," kata Yuli Andriyani, Kabid PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara.

Banyaknya anak putus sekolah yang terdata pada tahun 2020 lalu disebabkan beberapa hal, namun yang paling dominan adalah faktor ekonomi.

"Beberapa temuan kami karena ekonomi keluarga yang tidak mencukupi. Banyak anak yang hanya tamat SD, tamat SMP, ada juga yang benar-benar tidak sekolah," kata Yuli. 

                                     SUMATERAN_NEWS

                                        Mareta apandri.

                                WARTAWAN MURATARA

×
Berita Terbaru Update