INDRALAYA-Sumaterannews.com
Proyek pembangunan renovasi Puskesmas Tanjung Batu Diduga menuai masalah, pasalnya proyek yang mulai dikerjakan pertengahan Juni 2022 yang lalu terkesan dikerjakan asal jadi, asal selesai.
Dari pantauan awak media Rabu (1/3/23) di lokasi Puskesmas Tanjung Batu, banyak kekurangan dalam pengerjaan proyek, misalnya diketemukan diantaranya kebocoran pada plafon terdapat bekas rembesan air hujan, pada lantai toilet ditemukan ada genangan air, ada satu ruangan yang direncanakan untuk ruangan pasien TB Paru Plafonnya belum ada, alias tidak berplafon.
Masih dari pantauan dilapangan, ada satu ruangan lagi yang diperuntukkan sebagai ruangan istirahat bagi dokter piket justru tidak dipasang keramik, ditemukan juga pada dinding pemisah antara ruangan bersalin atau lahiran dengan Poli yang terbuat dari gypsum ada bekas rembesan air dan masih banyak pekerjaan yang keliatannya belum rampung, tampak ada bagian dinding bangunan yang belum diplaster.
Kepala Puskesmas (Kapus) Tanjung Batu Apriyani, SKM saat dikonfirmasi awak media Rabu (1/3/23) terkait pembangunan renovasi ruangan yang ada di Puskesmas Tanjung Batu mengakui bahwa memang benar ada pekerjaan renovasi Puskesmas Tanjung Batu yang pekerjaannya dimulai pada sekitar Juni 2022 dan selesai pada Desember 2022 yang lalu dan pihaknya sudah diperintahkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten OI untuk menempati gedung baru tersebut pada bulan Januari 2023.
" Secara tertulis tidak ada penyerahan dari pihak ketiga kepada pihak Puskesmas, mungkin penyerahannya langsung ke dinas kesehatan kabupaten, namun pada Januari yang lalu disuruh menempati gedung baru oleh dinas Kabupaten", ujar Kepala Puskesmas Tanjung Batu.
Tambahnya, pembangunan renovasi Puskesmas Tanjung Batu tersebut diantaranya pembangunan yang diperuntukkan untuk ruangan IGD, Poli, Rawat Inap, ruang bersalin, ruang TB Paru dan ruang tunggu dokter.
Terkait adanya pekerjaan yang terkesan belum selesai, pihak Puskes sudah tiga kali memberikan laporan kepada Dinas Kesehatan OI dan diakuinya ada tindak lanjut dari laporan mereka tersebut. "Kami sudah tiga kali memberikan laporan kepada dinas kesehatan di Kabupaten terkait pembangunan renovasi ini", tutupnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OI Hendra Kudeta, SKM saat dikonfirmasi Rabu (1/3/23) terkait renovasi pembangunan Puskesmas Tanjung Batu,diakui olehnya bahwa dari awal ada kesalahan tehnis, misalnya pembangunan Talang air cembung, termasuk juga pembangunan tangga arah kehalaman, saat itu proses pembangunan baru 50 persen, akhirnya dibenari oleh pihak ketiga.
Pihak dinas mengakui bahwa pekerjaan itu sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan memang pekerjaan sudah diserahkan oleh pihak ketiga pada Desember yang lalu.
Pada proyek tersebut sudah ada tim khusus yang dibentuk, pengawasan langsung dari pihak konsultan, juga ada pendampingan. " Dari kita hanya PPK nya. Namun dengan kejadian ini kita akan segera melakukan pemanggilan kepada pihak ketiga, lagipula masih ada masa pemeliharaan enam bulan kedepan", ujar Kadinkes OI.
Dikatakan Rahmad Edwar selaku PPK(Pejabat Pembuat Komitmen) saat dikonfirmasi Rabu (1/3/23) diruang kerjanya, terkait pembangunan renovasi Puskesmas Tanjung Batu, mengatakan, proyek renovasi pembangunan Puskesmas Tanjung Batu tersebut menelan dana Rp.1,3 miliar dari DAK tahun 2022 dikerjakan oleh CV.BD yang dimulai pekerjaannya pada pertengahan Juni 2022 yang lalu dan selesai Desember 2022.
Lanjutnya, berdasarkan dari perencanaan DAK 2022 rehab atau renovasi pembangunan Puskesmas Tanjung Batu senilai 1,3 miliar rupiah dan mengacu pada panduan dari Kemenkes akhirnya pembangunan renovasi tersebut disetujui. Pembangunan tersebut juga diakui Edwar kalau sudah sesuai RAB, kalau pun ada temuan pekerjaan, sekarang sedang berlangsung pemeriksaan dari BPK dan mungkin ada pekerjaan lanjutan. "Sekarang kita menunggu pihak BPK sedang melakukan pemeriksaan",tutup Edwar.***(Yan)




