Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

keterangan

Proyek Renovasi Puskesmas Tanjung Batu Diduga Bermasalah.

Rabu, 01 Maret 2023 | Maret 01, 2023 WIB Last Updated 2023-03-01T16:19:57Z


INDRALAYA-Sumaterannews.com

Proyek pembangunan renovasi  Puskesmas Tanjung Batu Diduga menuai masalah, pasalnya proyek yang mulai dikerjakan pertengahan Juni 2022 yang lalu terkesan dikerjakan asal jadi, asal selesai.


Dari pantauan awak media Rabu (1/3/23) di lokasi Puskesmas Tanjung Batu, banyak kekurangan dalam pengerjaan proyek, misalnya  diketemukan diantaranya  kebocoran pada plafon terdapat bekas rembesan air hujan, pada lantai toilet ditemukan ada genangan air, ada satu ruangan yang direncanakan untuk ruangan pasien TB Paru Plafonnya  belum ada, alias tidak berplafon.


Masih dari pantauan dilapangan, ada satu ruangan lagi yang diperuntukkan sebagai ruangan istirahat bagi dokter piket justru tidak dipasang keramik,  ditemukan juga pada dinding pemisah antara ruangan bersalin atau lahiran  dengan Poli yang terbuat dari gypsum ada bekas rembesan air dan  masih banyak pekerjaan yang keliatannya  belum rampung, tampak ada bagian dinding bangunan yang belum diplaster.



Kepala Puskesmas (Kapus)  Tanjung Batu Apriyani, SKM saat dikonfirmasi awak media Rabu (1/3/23)  terkait pembangunan renovasi ruangan yang ada di Puskesmas Tanjung Batu mengakui bahwa memang benar ada pekerjaan renovasi Puskesmas Tanjung Batu yang pekerjaannya dimulai pada sekitar Juni 2022 dan selesai pada Desember 2022 yang lalu dan pihaknya sudah diperintahkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten OI untuk menempati gedung baru tersebut pada  bulan Januari  2023.


" Secara tertulis tidak ada penyerahan dari pihak ketiga kepada pihak Puskesmas, mungkin penyerahannya langsung ke dinas kesehatan kabupaten,  namun pada Januari yang lalu disuruh menempati gedung baru oleh dinas Kabupaten", ujar Kepala Puskesmas Tanjung Batu.


Tambahnya, pembangunan renovasi Puskesmas Tanjung Batu tersebut diantaranya pembangunan yang  diperuntukkan  untuk ruangan IGD, Poli, Rawat Inap, ruang bersalin, ruang TB Paru dan  ruang tunggu dokter.



Terkait adanya pekerjaan yang terkesan belum selesai, pihak Puskes sudah tiga kali  memberikan laporan kepada Dinas Kesehatan OI dan diakuinya ada tindak lanjut dari laporan mereka tersebut. "Kami sudah tiga kali memberikan laporan kepada dinas kesehatan di Kabupaten terkait pembangunan renovasi ini", tutupnya.


Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OI Hendra Kudeta, SKM saat dikonfirmasi Rabu (1/3/23) terkait renovasi  pembangunan Puskesmas Tanjung Batu,diakui olehnya bahwa dari awal ada kesalahan tehnis, misalnya  pembangunan Talang air cembung,  termasuk juga  pembangunan tangga arah kehalaman, saat itu proses pembangunan baru 50 persen, akhirnya dibenari oleh pihak ketiga.


Pihak dinas mengakui bahwa pekerjaan itu sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan memang pekerjaan sudah diserahkan oleh pihak ketiga pada Desember yang lalu. 

Pada proyek tersebut sudah ada tim khusus yang dibentuk, pengawasan langsung dari pihak konsultan, juga ada pendampingan. " Dari kita hanya PPK nya. Namun dengan kejadian ini kita akan segera melakukan pemanggilan kepada pihak ketiga, lagipula masih ada masa pemeliharaan enam bulan kedepan", ujar Kadinkes OI.



Dikatakan Rahmad Edwar selaku  PPK(Pejabat Pembuat Komitmen) saat dikonfirmasi Rabu (1/3/23) diruang kerjanya, terkait pembangunan renovasi Puskesmas Tanjung Batu, mengatakan,  proyek renovasi pembangunan Puskesmas Tanjung Batu tersebut menelan dana Rp.1,3 miliar dari DAK tahun 2022    dikerjakan oleh CV.BD  yang dimulai pekerjaannya pada pertengahan Juni 2022 yang lalu dan selesai Desember 2022.


Lanjutnya, berdasarkan dari perencanaan DAK 2022 rehab atau renovasi pembangunan Puskesmas  Tanjung Batu senilai 1,3 miliar rupiah dan mengacu pada panduan dari Kemenkes akhirnya pembangunan renovasi tersebut  disetujui. Pembangunan tersebut juga diakui Edwar kalau sudah sesuai RAB, kalau pun ada temuan pekerjaan,  sekarang sedang berlangsung pemeriksaan dari BPK dan mungkin ada pekerjaan lanjutan. "Sekarang kita menunggu pihak BPK sedang melakukan pemeriksaan",tutup Edwar.***(Yan)

 

×
Berita Terbaru Update