INDRALAYA-SumateranNewss.Com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI) menegaskan bahwa pengobatan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang terdampak asap Karhutla, pengobatannya gratis.
Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani menegaskan bahwa kebijakan ini mulai diberlakukan sejak diumumkan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru belum lama ini.
"Bapak Gubernur melalui Bapak Bupati Ogan Ilir menginstruksikan seluruh Puskesmas, Pustu di daerah kita, kalau ada masyarakat terkena ISPA dilayani dengan baik dan optimal. Pengobatannya gratis," tegas Ardani kepada awak media, Rabu (7/10/26).
Ardani menambahkan, Pemkab Ogan Ilir siap melayani masyarakat yang terkena ISPA hingga benar-benar pulih.
Sebelumnya, pelayanan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap akan ditanggung dana Bantuan Presiden (Banpres).
Ogan Ilir mendapat Rp 15 miliar dari total Rp 100 miliar untuk daerah-daerah terdampak Karhutla di Sumatera Selatan.
Namun hingga kini, Banpres tersebut belum dapat digunakan Pemkab Ogan Ilir.
"Untuk pencairan Banpres Rp 15 miliar itu masih menunggu mekanisme APBD Perubahan. Tentunya kita gunakan (Banpres) sesuai petunjuk, pedoman dan arahan pemerintah pusat," jelas Ardani.
Untuk menanggung biaya pengobatan pasen ISPA, kata Ardani, Pemkab Ogan Ilir menggunakan APBD.
"Pengobatan ISPA terus berjalan, kita maksimalkan seluruh potensi yang ada, untuk pelayanan kesehatan masyarakat kita," tegas Ardani.
Sementara dari data yang diterima, pada September yang lalu di Ogan Ilir, terdapat 300 kasus penderita ISPA dan paling banyak ditangani oleh Puskesmas Indralaya.
Selain 25 Puskesmas yang ada di Ogan Ilir Pemkab melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) juga menyiapkan pelayanan kesehatan di tiga posko bencana.
"Kami pastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya yang terdampak Karhutla berjalan baik dan optimal. Pemeriksaan, pengobatan ISPA gratis. Mulai Puskesmas sampai RSUD siap melayani," Tegas Ardani.***(Yan)


