PALEMBANG- SumateranNewss.Com
Dinas Perindag Koperasi dan UKM Kabupaten Ogan Ilir (OI) menggelar Pelatihan manajemen perkoperasian bagi koperasi dan pelatihan pengembangan pengolahan makanan Tradisional dan pengemasan bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Kabupaten OI.
Pelatihan berlangsung dari Rabu-Jumat (12-14/6/24) di Grand Duta Hotel yang diikuti 55 peserta baik dari pelaku UKM maupun pengurus koperasi yang ada di Kabupaten OI.
Pelatihan dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati OI H. Ardani.
Kepala dinas Perindag Koperasi dan UKM OI, H.Tapip dalam laporannya antara lain mengatakan, dalam rangka pengembangan pengolahan pangan, produk pangan yang dulu dikenal sekarang nyaris menghilang, misalnya olahan dari ketan yaitu Kue Bantal, kue bantal diolah dengan bahan olahan lain, misalnya diantaranya Ubi Ungu, Labu, Ubi Sela.
Tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan kepada pengurus dalam pengelolaan koperasi diharapkan selalu melaksanakan rapat anggota tahunan.
Sementara pada pelatihan makanan tradisional agar dapat dikembangkan sehingga menjadi ragam makanan yg ada di Kabupaten OI dan yang tak kalah pentingnya untuk mencintai kebudayaan lokal dengan mengetahui ragam makanan tradisional yang ada di Kabupaten OI.
Sementara narasumber pada kegiatan pelatihan ini dari dinas Perindag Koperasi dan UKM propinsi Sumatera Selatan dan dari Kabupaten OI.
Pada kesempatan pembukaan pelatihan Rabu (12/6/24) malam di Grand Duta Hotel, Wakil Bupati OI H.Ardani yang didampingi waki ketua tim penggerak PKK kabupaten OI Hj. Faizah Ardani, Kadin Perindag Koperasi dan UKM OI H.Tapip, para Asisten, Hermansyah Sekretaris dinas koperasi Sumsel.
Berharap agar peserta memanfaatkan waktu sebaik mungkin pada pelatihan manajemen koperasi dan pengolahan makanan ini, belajar bagaimana cara mengolah dengan baik, kalau dikelola dengan benar bisa meningkatkan perekonomian yang berimbas meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Lanjut Wabup H.Ardani, prinsip keterbukaan, transparansi sangat penting, untuk itu pelatihan ini agar betul betul diserap. Ikuti pelatihan dengan benar, bermanfaat dan membawa perubahan agar lebih baik.
Tambahnya, Pengembangan makanan tradisional, pengemasan yang bagus, kebersihan betul betul terjaga, dipasarkan pada lingkup yang luas, UMKM berkembang membantu pemerintah dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.***(Yan)


