NASIONAL, Sumatera newss.com — Menanggapi persoalan tingginya kerugian yang dialami para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM akibat penjualan online di marketplace.
Anggota komisi 11 DPRI Ahmad hafiz Thohir mendesak pemerintah memberikan insentif khusus bagi pelaku UMKM seperti kemudahan permodalan perpajakan dan aturan penjualan.
Hafis menilai UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian nasional terutama saat pandemi dan pemulihan pasca covid-19 jika masyarakat lebih memilih berbelanja online karena harga yang lebih murah hafiz meminta pemerintah menyiapkan solusi bagi para pelaku UMKM konvensional, aturan khusus bagi penjualan online harus ditegakkan agar tidak menggerus produk UMKM Indonesia.
"Kitakan sudah melakukan itu 2 sampai 3 tahun insentif kepada pelaku-pelaku industri dan juga pelaku-pelaku barang dan jasa yang tertekan akibat pandemi covid ini, dan itu kita rasakan walaupun pemerintah mengeluarkan kos yang cukup besar tetapi faktanya juga menunjukkan grup ekonomi yang membaik. Akankah hanya stok sampai di situ? ini yang pertanyaan selanjutnya saya kira sudah kepalang tangguh ya kalau kita bicara seperti ini maka UMKM tadi tidak boleh kita tinggalkan mereka kita besar bersama dan tidak boleh ada orang yang tertinggal di balik pertumbuhan ekonomi kita yang cukup tinggi ini," kata Hafiz.
Hafiz berharap, bantuan pemerintah untuk UMKM yang diberikan selama pandemi terus dilanjutkan mengingat Indonesia masih dalam masa pemulihan selain itu undang-undang pengembangan dan penguatan sektor keuangan atau ppsk diminta segera diimplementasikan untuk melindungi konsumen para pelaku UMKM hingga penjual online. (Red)



