INDRALAYA-www.SumateranNewss, Com
Pembangunan pertanian menghadapi serangkaian tantangan dalam proses suksesi sistem manajemen usaha pertanian. Kebanyakan Kaum Millenial, para pemuda yang juga terdiri dari anak- anak petani itu sendiri tidak ingin melanjutkan usaha pertanian orang tuanya malah memilih bekerja di luar sektor pertanian.
Melihat kenyataan inilah, akhirnya empat orang Dosen Fakultas Pertanian Unsri yaitu Eka Mulyana, S.P., M.Si., Dr. Agustina Bidarti, S.P., M.Si., Dr. Ir. M. Yamin, M.P., dan Serly Novita Sari, S.P., M.Si. turun langsung ketengah masyarakat, melakukan edukasi hidroponik sebagai pertanian alternatif bagi calon petani milenial.
Pelatihan yang juga berbasis pendampingan ini dilakukan di Desa Meranjat II Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir tepatnya 3 September 2022 yang lalu dengan mengambil tema " Edukasi Hidroponik Sebagai Pertanian Alternatif Bagi Calon Petani Milenial di Desa Meranjat II Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir".
Hasilnya tidak kurang dari 20 orang kaum millenial merasa tertarik pada dunia pertanian, dibuktikan dengan tekun mengikuti pelatihan.
Menurut Eka Mulyana kepada awak media Kamis (29/9/22) salah satu Dosen Unsri, dari hasil diskusi dengan para millenial mereka menyebutkan bahwa penyebab mereka tidak mau bertani karena sektor pertanian tidak memberikan jaminan pendapatan dan kepastian masa depan.
Bahkan selain itu menurut mereka petani juga dianggap sebagai profesi yang kurang menjanjikan sehingga menyebabkan mereka tidak berminat terhadap kegiatan pertanian.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, akhirnya Dosen Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya memberikan Edukasi mengenai Hidroponik sebagai Pertanian Alternatif dengan harapan kaum milenial akan kembali tertarik untuk terjun pada sektor pertanian, setidaknya dimulai dengan tertarik untuk bertani diperkarangan rumah.
Lanjut Eka Mulyana, regenerasi petani merupakan hal yang penting untuk keberlanjutan usaha pertanian dan mendukung program ketahanan pangan, mengingat negara Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang artinya sektor pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional.***(Yan)



