Sumatera Selatan, Sumaterannewss. Com. - Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kian meluas hingga ke berbagai daerah. Hal tersebut lantaran akibat dari kebijakan Mardiono yang gemar pecat kader-kader terbaik yang memiliki nilai elektoral bagus di daerah masing-masing. Ini menunjukkan bahwa Mardiono tidak memiliki kemampuan untuk mengelola sebuah dinamika.
Pengurus PPP provinsi Sumatera Selatan secara terbuka menyuarakan penolakan terhadap kepemimpinan Muhamad Mardiono dan mendesak agar ia dicopot dari jabatan Ketua Umum DPP PPP lantaran partai selalu gaduh dibuatnya.
Wakil Ketua Majelis Pertimbangan DPW PPP Sumatera Selatan 2021-2026 H. Zainul Bachri Haz mengaku kecewa dan malu melihat kondisi partai berlambang Ka'bah tersebut. Menurut dia, konflik yang semula terjadi di tingkat pusat kini telah merembet ke daerah dan mengganggu soliditas organisasi.
H. Zainul menyebut sebagai partai berasas Islam tertua di Indonesia, PPP seharusnya menjadi rumah perjuangan yang menjaga persatuan kader. Namun, kondisi internal partai justru dinilai semakin tidak terkendali di bawah kepemimpinan Mardiono.
"Kami semua kecewa dan malu. Partai yang asasnya Islam, partai Islam tertua di Indonesia, kok bisa menjadi kacau dan rusak begini," kata H. Zainul kepada wartawan, Minggu (8/11).
Ia mempertanyakan arah kepemimpinan PPP yang gemar melakukan pemberhentian pengurus dan sejumlah anggota DPRD di beberapa daerah yang dilakukan tanpa alasan dan mekanisme organisasi yang jelas. Dan tanpa mempertimbangkan aspek dampak elektoral partai.!
"Partai ini mau dibawa ke mana? Kalau begini terus, partai ini akan semakin rusak, setelah tidak punya DPR RI tentu harapan kita sekarang pada anggota DPRD baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota" katanya.
H. Zainul Bachri juga menyoroti kabar pemberhentian *Agus Suparmanto* dan *Taj Yasin Maimoen* dari posisi Wakil Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP PPP.
Ia menyebut, keduanya merupakan bagian dari kepengurusan yang telah mendapatkan pengakuan melalui SK Kementerian Hukum.
“Jika benar keputusan pemberhentian tersebut dilakukan maka akan semakin memperkeruh keadaan apalagi Taj Yasin Maimoen putra Kyai Maimoen Zubair Ulama Kharisnatik yang sepanjang hidupnya istiqomah bersama PPP.” Terangnya.
Ia pun setuju dengan pandangan para Kyai meminta Menkum Cabut SK Mardiono sebagai Ketum PPP.
“Saya ikut pandangan para kyai, lebih baik Menkum Cabut saja SK Mardiono karena lebih banyak Mudhoratnya”. Tutupnya. (Red)

