Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

keterangan

PM2.5 Kayuagung Capai 154 drajat, Kelompok Rentan Diminta Lebih Waspada

Jumat, 02 Oktober 2026 | Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T13:13:59Z


Sumaterannewss.com

KAYUAGUNG – Warga Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi kualitas udara yang dilaporkan berada pada kategori “Sangat Tidak Sehat”.


Di tengah cuaca panas yang belakangan dirasakan masyarakat, indikator parometer (PM)2.5 tercatat mencapai angka 154 drajat. Tingginya konsentrasi partikel halus tersebut perlu menjadi perhatian karena paro meter (PM)2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.


Imbauan kewaspadaan tersebut se arah  dengan informasi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan publikasi resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) OKI.


Kepala Diskominfo OKI, Adi, saat dikonfirmasi awak media tribunnews86.id melalui WhatsApp, Jumat (2/10/2026), membenarkan adanya imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara.


Masyarakat diminta tidak menganggap remeh kondisi udara yang berada pada kategori sangat tidak sehat. Aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak sebaiknya dikurangi hingga kualitas udara kembali membaik.


Kelompok rentan menjadi perhatian utama, terutama anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan maupun penyakit jantung. Kelompok tersebut dianjurkan lebih membatasi aktivitas di luar ruangan dan menghindari paparan udara yang buruk.


Sementara itu, awak media tribunnews86.id juga mencoba mengonfirmasi kondisi dampak kesehatan akibat buruknya kualitas udara kepada Direktur RSUD Kayuagung, dr. Tito. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh jawaban terkait jumlah pasien yang diduga terdampak paparan asap atau buruknya kualitas udara.


Konfirmasi juga dilakukan kepada Dinas Kesehatan OKI. Salah seorang pejabat, Susmiyati, menyampaikan agar data terkait dampak kesehatan dikonfirmasi kepada bidang yang menangani.


“Bisa langsung ke bidangnya, ke bagian P2P, Pak agung saja , Data ada di sana,” ujarnya saat dihubungi awak  media tribunnews86.id


Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang dapat membantu menyaring partikel halus menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan polusi udara.


Orang tua juga diminta lebih memperhatikan aktivitas anak-anak. Jika kualitas udara masih berada pada kategori sangat tidak sehat, kegiatan bermain maupun aktivitas fisik di luar ruangan sebaiknya dikurangi.


Masyarakat juga diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara melalui sumber informasi resmi dan terpercaya. Sebab, kondisi kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu sehingga informasi terbaru penting menjadi pertimbangan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.


Udara memang tidak terlihat, tetapi kualitasnya dapat berdampak terhadap kesehatan. Ketika konsentrasi PM2.5 tinggi, kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama bagi kelompok rentan.


Jika tidak ada keperluan mendesak, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Namun jika harus keluar rumah, gunakan perlindungan yang memadai dan tetap pantau perkembangan kualitas udara.

(alam smsi)

 

×
Berita Terbaru Update