Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

keterangan

Serunya Car Free Day di Merangin: Ruang Olahraga Keluarga, Komunitas dan Nafas Baru UMKM

Sabtu, 30 Mei 2026 | Mei 30, 2026 WIB Last Updated 2026-05-31T04:53:07Z


 

BANGKO – Sumatrannewss.Com – Suasana Minggu pagi, 31 Mei 2026, di Kota Bangko mendadak berubah menjadi riuh rendah dan penuh warna. Kawasan Jalur Dua Taman Bujang Upik dipadati ribuan warga yang antusias berbondong-bondong menyambut kehadiran resmi kegiatan Car Free Day (CFD) Kabupaten Merangin.

 

Setelah sebelumnya sempat menjalani masa uji coba pada pekan lalu, agenda rutin mingguan ini kini secara resmi dibuka dan diserahkan pemanfaatannya kepada seluruh masyarakat. Tanda diresmikannya kegiatan ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara yang dilakukan langsung oleh Bupati Merangin, M. Syukur.

 

Melalui peresmian ini, kawasan sepanjang Jalur Dua hingga jembatan layang kini secara pasti disterilkan dari lalu lintas kendaraan bermotor setiap hari Minggu, mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Langkah ini diambil pemerintah daerah sebagai solusi nyata atas keterbatasan fasilitas publik yang selama ini dirasakan masyarakat.

 


Bupati M. Syukur menjelaskan, latar utama digagasnya CFD ini adalah minimnya ruang publik yang aman dan layak bagi warga Merangin untuk berolahraga. Selama bertahun-tahun, aktivitas fisik masyarakat sering kali terpencar-pencar lokasinya, atau bahkan terpaksa dilakukan di pinggir jalan raya yang padat kendaraan dan sangat rawan terjadi kecelakaan.

 

“Ini kita jadikan akses resmi untuk olahraga masyarakat. Minimal sekali dalam seminggu mereka punya tempat yang jelas untuk bergerak dan tidak diganggu oleh kendaraan yang lewat,” ujar M. Syukur saat ditemui di lokasi kegiatan.

 

“Harapan saya cuma satu, memberi ruang kepada masyarakat supaya tempat ini digunakan untuk berolahraga agar mereka bisa hidup sehat. Tidak harus lagi beraktivitas fisik di lintas jalan raya yang penuh risiko keselamatan,” tambahnya.

 

Sehubungan dengan penutupan sementara ruas jalan tersebut, Pemerintah Daerah juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan yang rutenya dialihkan. Pengalihan arus lalu lintas selama rentang waktu empat jam itu dinilai perlu demi menjamin kenyamanan dan keamanan warga yang sedang berolahraga.

 

Begitu dibuka, CFD Merangin langsung diserbu oleh berbagai elemen masyarakat. Sepanjang jalan yang bersih dari kendaraan itu, beragam aktivitas sehat tumpah ruah terlihat. Mulai dari warga yang mengikuti senam massal bersama, kelompok komunitas lari, rombongan pesepeda, hingga anak-anak dan remaja yang asyik meluncur dengan sepatu roda.

 


Lebih dari sekadar tempat membakar kalori dan menjaga kebugaran, Bupati berharap momen mingguan ini bisa menjadi wadah interaksi sosial yang hangat. Mengingat Merangin merupakan kota yang tergolong kecil, kegiatan ini dinilai sangat efektif untuk mempererat hubungan warga.

 

“Terbangun juga silaturahmi yang erat. Merangin ini kan kecil, jadi masyarakatnya saling kenal satu sama lain. Di momen olahraga seperti ini mereka bisa saling bertegur sapa, bercengkerama, dan mempererat kebersamaan,” jelasnya.

 

Tak hanya menjadi pusat kesehatan dan pertemuan sosial, CFD Merangin juga dirancang sebagai mesin penggerak ekonomi kerakyatan. Di sepanjang koridor kegiatan, tampak puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjejer rapi menjajakan dagangannya. Mulai dari berbagai macam produk kuliner khas, pakaian, peralatan, hingga wahana permainan anak-anak yang ramah keluarga.

 

Guna memaksimalkan perputaran ekonomi sekaligus menjaga ketertiban, pemerintah memberikan aturan dan kelonggaran khusus bagi para pedagang. Jalur steril bebas kendaraan hanya berlangsung hingga pukul 10.00 WIB. Namun, pelaku usaha yang sudah mendaftar dan bersiap sejak pagi hari diperbolehkan tetap berjualan di area yang ditentukan hingga pukul 17.00 WIB.

 

Sementara itu, untuk menjaga keteraturan dan mencegah penumpukan pedagang, pihak berwenang tidak memperkenankan pedagang baru yang mendadak datang hanya ingin berjualan dari siang hingga sore hari.

 

“Ini sekaligus langkah kita membantu perekonomian masyarakat lewat UMKM. Jualan apa saja diperbolehkan, mulai dari makanan, baju, bahkan baju olahraga atau peralatan olahraga pun dibolehkan selama terdaftar dan tertib,” pungkas Bupati M. Syukur sesaat sebelum meresmikan seluruh rangkaian acara dengan ucapan basmalah.

 

(Kominfo)

 

Nofriza H

×
Berita Terbaru Update