Banyuasin,Sumatran Newss.Com. Jala n penghubung antara Kabupaten OKI dan kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan yang ada di antar kecamatan Air Sugihan dan kecamatan Muara Sugihan, kabupaten Banyuasin saat ini mengalami rusak,yang perbaikamya hanya di lakukan oleh warga masyarakat sekitar dengan menggunakan alat manual cangkul.
Jika musim hujan jalan tersebut susah untuk di lalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Semtara dilakukan perbaikan dengan di pasang kayu di susun di jakar melintang dan di timbun tanah agar kendaraan bisa melintas.
Namun cara ini tidak bisa bertahan lama dan cepat rusak kembali.
Menurut keterangan penjaga portal bernama Tedi,dia mengatakan bahwa jalan yang di sebelah barat jembatan itu di bangun oleh Tedi bersama kawan kawan yang berdomisili di sekitar jembatan penghubung antara kabupaten OKI dan kabupaten Banyuasin.
Maka di sini saya pasang portal dan setiap mobil yang melintas diminta sumbangan uang RP. 50 ribu di peruntukan perbaikan jalan yang rusak,ujar Tedi.
Sumberlain Orang bernama Mujiono membenarkan bahwa uang sumbangan RP.50 ribu itu di gunakan untuk perbaikan jalan karna jalan Ini statusnya masih jalan pribadi di bangun secara pribadi.
Pemerintah belum adabangun jalan tersebut.
Saya bangun jalan ini untuk bisabamtu warga Airsugihan agar bisa lancar berusaha menjual hasil produksi pertanian nya langsung ke Palembang.
Selainitu kata Mujiono warga Air Sugihan bisa membawa matrial bangunan da kebutuhan lainya dari Palembang di bawa pulang ke Airsugihanbegitu kata Mujiono kepada awak media.
Pada tgl.19 mart.2026 awak media yang bersamaan dengan Pemuda Pancasila,meminta kepada penjaga Portal ber nama Tedi,agar kendaraan yang dalam acara hadir di pengajian di jalur 23.Kecamatan Air Sugihan untuk di bebaskan tidak di pungut sumbangan seperti mobil dagang.
Permintaan awak media dapat di setujui oleh penjaga portal.
Mujiono menambahkan untuk kendaraan roda 4 yang sifatnya ada kepentingan darurat seperti Ambulan,dan mobil antar orang sakit serta mobil dalam rangka acar pengajian,saya bebaskan tidak di pungut biaya.
Namun jika sedang hujan jalan kami tutup porta agar tidak merusak jalan, kata Mujiono.
Karna jalan tersebut di kawasan Desa Indrapura,awak media mencoba menghubungi Kades Indra Putra Bernama.Widodo,melalui telpun pada tgl.19 Maret,kades Widodo tidak bisa di hubungi.
Awakediaencoba menghubungimelalui.WA,juga tida di buka.
Sampai berita ini di terbitkan,kades Indra putra belum dapatdihubungi.
Harapan dari warga setempat,agar pihak ber wenang bisa segera membangu jalan tersebut(Sugi).

