Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

keterangan

Bupati M. Syukur: Semua Anak SAD Harus Sekolah, Baju dan Semua Perlengkapan Sekolah Gratis dari Pemerintah

Selasa, 27 Januari 2026 | Januari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-01-27T13:43:01Z


 

Merangin(Jambi) 

Sumaterannewss.Com- Bupati Merangin, M. Syukur bersama Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KPAT) Kementerian Sosial RI melakukan kunjungan kerja ke kawasan Bendungan Betuk Desa Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas, Selasa (27/1).


Dalam kunjungan tersebut, Bupati bersama Direktur KPAT, I Ketut Supena melakukan tatap muka dan berdiskusi dengan warga Suku Anak Dalam (SAD).


Diskusi itu tidak dilakukan diruang tertutup. Melainkan diruang terbuka, duduk bersinggung lutut di bawah rindangnya pepohonan dengan karpet beralaskan dan terpal.


Bupati M. Syukur menyampaikan empat poin penting yang bersinggungan dengan warga SAD dalam rangkaian kunjungan kerja Kemensos di Kabupaten Merangin.


Pertama larangan PETI, kedua pemberdayaan ekonomi melalui keramba ikan di Dam Betuk, ketiga program sekolah rakyat dan bantuan perlengkapan sekolah.


Khusus Sekolah Rakyat dan bantuan perlengkapan sekolah, Bupati mewajibkan seluruh anak-anak SAD untuk mengenyam bangku pendidikan. Ia menjamin bahwa seluruh biaya, mulai dari seragam hingga alat tulis, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.


"Tidak ada alasan tidak sekolah karena tidak ada baju. Pemerintah menyiapkan peralatan sekolah gratis. Jika ada warga yang minta baju sekolah tapi tidak dikasih, laporkan langsung ke saya. Siapa saja yang mau sekolah, SD atau SMP, dikasih peralatan semua gratis, yang penting mau sekolah," kata Bupati dengan nada tegas.


Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat pasca-Lebaran mendatang. Sekolah ini nantinya akan berkonsep asrama, di mana seluruh kebutuhan hidup siswa, mulai dari tempat tinggal hingga konsumsi, akan ditanggung oleh negara.


Bupati M. Syukur juga menegaskan bahwa tidak ada diskriminasi hukum maupun pelayanan publik di Kabupaten Merangin. Ia meminta warga SAD tidak merasa minder atau takut untuk berjanji dengan pemerintah.


“Masyarakat SAD adalah warga saya, sama seperti masyarakat lainnya. Saya lindungi, saya ayomi, dan berhak mendapatkan pendidikan serta ekonomi yang layak. Saya akan berlaku adil untuk semua,” tutupnya. (Kominfo)

Amrizal (Humas)

×
Berita Terbaru Update