Banyuasin, Sumaterannewss.com, - Terkait dugaan pungutan liar di SMP Negeri 5 Talang Kelapa Banyuasin, DPRD Banyuasin Komisi IV meminta klarifikasi Disdik Banyuasin, Kepala Sekolah serta Ketua Komite, Senin (1/7/2024).
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banyuasin, Tismon mempertanyakan perihal dugaan Pungli, apa benar yang diberitakan, karena itu pihaknya meminta keterangan.
“Kenapa kalau hasil kesepakatan ada salah satu salah dua salah tiga yang keberatan pungutan pembangunan jalan dilingkungan sekolah, jadi kami minta keterangan kenapa ada pungutan,” kata Tismon.
Perihal dugaan Pungli serta disiplin guru PPPK, Kadisdik Banyuasin melalui Kabid SMP Supandi dengan tegas mengatakan bahwa sudah sering memperingati bagi sekolah yang mau mengadakan kegiatan apapun kordinasi dulu dengan pihak Dinas Pendidikan

“Kemarin saya bilang untuk diadakan rapat ulang silakan rapat lagi karena tidak mungkin kalau sudah rapat kok masih mencuat dan rapat terakhir mereka laporan uang itu dikembalikan ke wali murid yang sudah membayar dengan nilai yang sudah terkumpul lebih kurang 5 sampai 6 juta, dan pada hari ini kita sudah sama-sama berkumpul diundang oleh komisi IV dan insya Allah akan jadi perhatikan kami untuk ke depan dan kami dari Dinas sudah mewanti-wanti agar setiap sekolah dalam hal apapun dengan kegiatan kebijakan di sekolah untuk berkoordinasi dengan pihak Dinas, dan untuk kepala sekolah kami nanti berikan teguran secara tertulis dan kalau tetap melakukan kita berhentikan dari Kepala Sekolah artinya tidak mau dibina, kami sudah kelapangan dan melihat langsung apa yang menjadi permasalahan dan Kami tegur langsung kepala sekolah dan seluruh guru di sekolah tersebut.
Terkait masalah guru PPPK yang tidak masuk yang baru sudah di lantik di 2023 , bahwa guru tersebut sedang hamil dan sakit.
“nah itu info itu kemarin sempat ketemu ya memang posisi lagi hamil besar , mungkin dalam waktu dekat ini sesar, informasinya selama hamil ini tidak bisa bergerak maka ke mana pun dia tetap bawa infus, itu termasuk jadi informasinya dia masuk dan cuti lagi begitulah jadi kalau berturut-turut absennya kan ada tuh mulai bulan Mei itu ada seminggu kemudian masuk lagi begitu Jadi sudah kami berikan peringatan juga kemarin, tolong kalau memang tidak sakit ya tetap melaksanakan tugas seperti biasa, dan dokumen yang saya lihat tadi ada dokumen dari dokter keterangan sakit dan keterangan istirahat “pungkasnya (Riil)


