INDRALAYA-SumateranNewss.com
Bupati Ogan Ilir (OI) Panca Wijaya Akbar didampingi Forkopimda Kabupaten Ogan Ilir, Staf Ahli Bupati dan Kepala Perangkat Daerah Terkait belum lama ini melebung ikan bersama Kepala Desa dan masyarakat Desa Sungai Rotan, Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten OI.
Bupati Panca menyampaikan, kegiatan memanen ikan bersama-warga di saat musim kemarau adalah tradisi dari daerah Ogan Ilir yang disebut melebung.
“Selain meningkatkan silahturahmi antara Kepala Desa Se Ogan Ilir, kegiatan ini juga mengajak masyarakat mencintai sebuah budaya daerah dan juga menjadi momen mempersatukan masyarakat Ogan Ilir,” katanya.
Dikatakan Panca, kegiatan melebung ini sudah yang ketiga kalinya dilakukan, Pertama melebung di kebun sendiri, setelah itu di Desa Ulak Bedil dan kali ini di Desa Sungai Rotan, juga memperkenalkan budaya daerah ini dengan Kapolres dan Kajari karena dari luar daerah.
“Pak Kapolres dari Sulawesi, Pak Kajari dari Padang, pasti melihat hal seperti ini tidak ada di tempat mereka, seperti di daerah asal Pak Kapolres, ikannya ikan laut, tidak pernah melihat ikan sungai yang dipanen di saat musim kemarau,” katanya.
Bupati Panca mengungkapkan, pada tahun lalu tidak terjadi kemarau dan airnya tidak surut dan musim Kemarau pada tahun 2023 ini, panasnya sangat ekstrem jadi beberapa Lebung yang biasanya tidak bisa dipanen pada tahun ini kering tidak ada air hingga panen lebung melimpah tetapi kemarau panjang ini berdampak pula pada Karhutla.
“Teruntuk Kepala Desa Se Kabupaten Ogan Ilir, agar jangan sampai lalai dalam menghadapi karhutlah yang rawan terjadi saat ini, tetap siaga agar dapat mengantisipasi adanya titik-titik kebakaran yang ada di daerahnya masing-masing,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut Kepala Desa Sungai Rotan, Noprianti, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Panca serta seluruh jajarannya yang telah hadiri langsung acara silaturahmi Kepala Desa se Kabupaten Ogan Ilir disertai melebung ikan bersama masyarakat Desa Sungai Rotan.
Ditambahkan Kades Sungai Rotan, panen ikan atau melebung ini diadakan setiap tahun disaat ikan sudah terkumpul di dalam konsen atau lebung tersebut karena musim kemarau.
“Tahun ini, panen ikan di lebung kita ini meningkat pada tahun sebelumnya dan bisa menjadi lauk pauk untuk peningkatan gizi,” tandasnya.***(Yan)


