INDRALAYA-www.Sumaterannewss.com
Industri rumahan olahan buah nanas keluhkan pemasaran oleh pemiliknya Sri Suharni yang juga ketua kelompok wanita tani kembang mekar Desa Sri Kembang 1 Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir.
Hal ini terungkap saat rombongan Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI ) OI yang diketuai Yuliati berkunjung ke kediamannya Jumat (29/7/22) sore.
Industri rumahan olahan buah nanas ini dimulai sejak tahun 2012, awalnya menjalankan Usaha per kelompok, yang beranggotakan sebanyak 15 orang yang merupakan warga desa setempat, namun belakangan anggota kelompok tidak produktif karena terkendala modal dan pemasarannya, akhirnya sekarang dijalankan secara pribadi.
"Dulu industri rumahan olahan buah nanas ini dilakukan berkelompok, tapi sekarang diolah sendiri, milik pribadi, tetapi untuk berkembangnya kami tidak punya modal, juga termasuk pemasarannya kami sangat kesulitan", keluh Sri Suharni
Tetapi tidak cepat berputus asa, usaha rumahan ini harus tetap jalan, sekarang ini lebih fokus pada pesanan. "Kalau ada yang pesan langsung kita buatkan", ujar Sri Suharni yang mengaku sering mendapat pesanan Dodol dan Sirup Nanas.
Mengenai harga jual sekarang mengalami kenaikan, mengingat bahan baku pada naik, untuk Dodol sebelumnya Rp60ribu perkilo, kini naik menjadi Rp70ribu perkilonya sementara untuk Sirup Nanas dijual Rp.10ribu per botolnya.
Sementara Yuliati ketua PPUMI OI, berharap industri rumahan olahan buah nanas ini terus berkembang dan mengenai pemasarannya PPUMI OI siap membantu.
" Nanti hasil kerajinan, kuliner, khas OI bisa kita tampung, dibantu pemasarannya dan bisa juga menjadi binaan PPUMI OI, termasuk dodol dan sirup olahan buah nanas ini", tutup Yuliati.
Untuk perkenalan PPUMI OI pesan tiga kilo dodol nanas dan 10 botol sirup nanas***(Yan)

